Kesalahan Yang Sering Terjadi Pada Anak Muda

Masa muda adalah masa untuk menentukan arah jalan hidup, masa mencari jati diri dan masa untuk menentukan pegangan yang akan dijadikan tongkat dalam menjalani kehidupan. Kenapa saya berasumsi seperti itu?, karena pada masa itu semuanya dimulai. Masa anak-anak kebanyakan orang masih dalam pengawasan penuh orang tua, semuanya serba diatur dan diarahkan. Dan kita yang masih belum banyak mengerti apa-apa tentang dunia ini dituntut untuk menurutinya. Masa tua adalah dimana kita akan menuai hasil dari apa yang kita tanam pada masa muda.

Sebenarnya batasan masa perkembangan itu ada banyak, seperti orok, bayi, anak-anak awal, anak-anak akhir,pubertas, remaja awal, bla-bla-bla sampai akhirnya pada masa tua. Tapi saya mengambil tiga masa perkembangan seperti yang saya jelaskan diparagraf pertama, karena tiga masa itulah garis besar masa perkembangan manusia.

Anak muda sejatinya mempunyai jiwa yang bersemangat, inovatif, kreatif dan lain sebagainya. Tapi untuk mengontrol itu semua kita (anak muda) harus mempunyai arah, tau tentang diri sendiri dan ada tertanam tentang nilai-nilai kebaikan dalam jiwa yang kita yakini dan patuhi. Karena tampa tiga hal tersebut semua input yang bersifat positif akan menjadi output yang negatif. Saya contohkan seperti ini, seorang anak muda ingin memulai membuka perusahaan sendiri. Bagaimana kelanjutan usahanya tampa tiga hal tadi?, berikut penjelasannya:

1. Tidak mempunyai arah

Ketika dia (anak muda yang sedang berusaha) memulai usaha, yang terfikir dalam benaknya hanya uang. Sayangnya dia tidak memikirkan kemana tujuan besar usahanya. Dia tidak membuat skema yang jelas dan langkah-langka yang pasti untuk perkembangan usahanya, yang dapat mengantarkannya pada tujuan akhir dan menjawab pertanyaan atas apa yang diusahakannya selama ini. Tampa arah yang jelas usaha yang dibangun sulit untuk mengalami kemajuan dan bisa jadi terancam kebangkrutan. saya tidak mengatakan semua kasus akan seperti ini, karena saya percaya akan faktor keberuntungan yang tinggi. Tapi alangkah baiknya semuanya dipersiapkan dengan matang dengan arah dan tujuan akhir jelas.

2. Tidak tau tentang diri sendiri

Sering orang tidak sadar akan apa yang diinginkan oleh dirinya, tidak mengetahui kapasitas dan tidak menyadari dimana passion dirinya. Hal ini mengakibatkan dia hidup bukan untuk kebahagian dirinya, tapi untuk membuat orang lain merasa tabjuk dengan dirinya. Jika hal ini terjadi tentu dia tidak akan merasa tenang dengan apa yang dilakukannya, karena selalu mengharapkan pujian dan sanjungan untuk apa yang dilakukannya. Saya tidak menyangkal pujian itu memang penting untuk kebahagian sesaat dan membuat kita menjadi terlena. Tapi bagi saya lebih bagus saya dikritik dan diberi masukan agar sadar dengan kesalahan dan memikirkan untuk memperbaikinya, ini jauh lebih penting bagi perkembangan diri dan usaha dia. Ketika kita memulai sesuatu tampa mengetahui apa yang diinginkan oleh diri kita. Kita tidak akan enjoy melakukannya, karena kita melakukannya tidak dari hati, tapi dari persepsi.                   

3. Tidak ada nilai-nilai kebaikan dalam jiwa

Bagian ini adalah penentu dari dua point diatas. Dua point diatas kesalahannya tidak terlalu fatal, karena masih bisa terselamatkan oleh faktor keberuntungan. Namun tidak adanya nilai-nilai kebaikan dalam diri seorang anak muda akan membawa kehancuran bagi dirinya. Sebagai umat beragama saya meyakini point ketiga ini tidak bisa diselamatkan oleh faktor keberuntungan, karena ini mutlak pertanggung jawabannya adalah dunia dan akhirat. Tidak yang namanya keberuntungan di akhirat nanti. Usaha yang tidak dibekali oleh nilai-nilai kebaikan akan berujung kehancuran. Contoh kita sebagai produsen suatu brand, tapi tidak jujur kepada konsumen. Hal ini akan membuat konsumen marah dan tidak mau lagi membeli produk kita. Kalupun kita beruntung dengan taktik menyembunyikan kebusukan dari manusia, namun pertanggung jawaban dihapadapn tuhan masih ada. Inilah pentingnnya kita meyakini dan mematuhi nilai-nilai kebaikan dalam jiwa kita.

Itulah 3 point yang dapat saya jelaskan untuk bekal bagi yang akan, maupun yang sedang memasuki masa muda. 3 point tersebut bukan hanya dalam hal membangun usaha (ini hanya sebagai contoh), tapi juga untuk hal-hal lainnya yang dirasa perlu dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan. Saya sadar penjelasan diatas masih dangkal dan belum mendalam. Tapi  menurut pengamatan dan analisa saya, tiga hal itu sering terjadi di kalangan anak muda.

Komentar